Antika beloved

Antika beloved
Assalamu'alaikum

Selasa, 07 Juni 2016

Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Cara Menyusui Yang Benar



SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan                       : Cara Menyusui yang Benar
Sub Pokok Bahasan                : Pemberian ASI
Sub-Sub Pokok Bahasan         : Mengetahui Cara Menyusui yang Benar
Sasaran                                    : Ibu Nifas
  Ibu Menyusui
Hari / Tanggal                         :
Waktu                                      :
Tempat                                    :
Penyuluh                                 : Antika Nur Malasari
I.              Analisa Situasi
a.       Analisa Fisik
Luas                         : 
Penerangan              :
Tempat Duduk        :
Peserta              
Jumlah                         :
Umur                           :
Tingkat Pendidikan     :
Jenis Kelamin              :


II.           Tujuan
a.      Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan ibu mengerti dan mampu melaksanakan bagaimana cara menyusui yang benar
b.      Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan ibu mampu menjelaskan:
1.      Pengertian Menyusui
2.      Manfaat Menyusui
3.      Cara Menyusui yang Benar

III.        Metode
Ceramah Tanya Jawab, Demonstrasi
IV.        Media dan Alat Bantu
Leaflet
V.           Materi
Terlampir
VI.        Rencana Kegiatan
No.
Tahap
Waktu
Kegiatan
Kegiatan Peserta
1









2
Pembukaan









Isi
5 menit









20 menit
-          Mengucap salam
-          Memperkenalkan diri
-          Menyebutkan topik penyuluhan
-          Menyampaikan pertanyaan lisan
-          Menyampaikan materi
-          Tanya jawab
-          Membuat Kesimpulan
-          Evaluasi
-          Tanya jawab
-          Salam penutup
-Menjawab salam
-Mendengarkan



-menjawab







-Menjawab
VII.     Rencana Evaluasi
a.       Evaluasi Proses
1. Diharapkan kegiatan penyuluhan berjalan penyuluhan berjalan interaktif
2. Peran serta aktif dan seluruh peserta
b. Evaluasi aktif
1.      Peserta mengerti maksud dari Menyusui
2.      Peserta mengerti manfaat Menyusui
3.      Peserta mempraktikkan cara menyusui yang benar















SATUAN ACARA PENUYULUHAN (SAP)
1.      Pengertian
 Menyusui adalah suatu proses alamiah, namun untuk mencapai keberhasilan menyusui diperlukan pengetahuan mengenai teknik – teknik yang benar. Teknik menyusui yang benar diperlukan bayi agar ibu merasa nyaman dan bayi dapat memperoleh manfaat terbesar dari menyusui. Beberapa faktor kunci untuk menyusui secara efektif, diantaranya :
1.      Waktu Menyusui
Menyusui suatu kebutuhan, artinya ibu harus memberi ASI kepada bayi setiap kali ia lapar dan bukan berdasarkan interfal yang teratur. Bayi yang sehat akan dapat mengosongkan payudara yang satu sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2jam. Pada awalnya bayi akan menyusu dengan jadwal yang tidak teratur, dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1-2minggu kemudian.
2.      Pelekatan
Pelekatan adalah istilah yang digunakan untuk menyebut cara bayi menahan puting ibu dalam mulut. Ada 2 cara mengetahui apakah mulut bayi melekat puting ibu dengan benar atau tidak, yaitu :
·         Jika bayi melekat dengan benar, bibir bawah akan terlipat kebawah dan dagu akan mendekat ke payudara. Lidah seharusnya ada dibawah payudara, areola dan puting menempel pada langit-langit mulut bayi, posisi ini memungkinkan bayi menghisap seara efisien.
·         Seluruh puting dan areola berada dalam mulut bayi, posisi ini memungkinkan bayi menekan sinus-sinus di bawah areola dan mengeluarkan ASI dari puting. Jika hanya puting yang masuk ke mulut bayi, jumlah ASI yang dikeluarkan akan lebih sedikit dan bayi harus menghisap lebih keras dan lebih lama untuk memuaskan rasa laparnya.
Berikut ini terdapat 5 penyebab utama pelekatan kurang baik, yaitu :
·         Menggendong bayi dalam posisi kurang baik
·         Pemakaian baju yang berlebihan
·         Bayi tidak siap menyusu
·         Penyakit, baik pada ibu maupun pada bayi
·         Tidak cukup privasi pada saat menyusui

2.      Manfaat Menyusui
Manfaat menyusui pada anak :
a.       Melindungi bayi dari berbagai penyakit
Kolostrum, cairan pra-susu yang diproduksi ibu di tahap akhir kehamilan hingga beberapa hari pasca kelahiran, kaya akan senyawa imunoglobin A (IgA). Senyawa ini mampu membentuk lapisan pelindung di membran mukosa pada usus, hidung, dan tenggorokan bayi untuk melawan berbagai penyakit. IgA juga diproduksi secara spesifik sesuai respon tubuh ibu terhadap virus dan bakteri patogen tertentu sehingga sangat sesuai dengan kondisi bayi.Ibu yang melahirkan secara prematur pun memproduksi ASI khusus yang cocok untuk sang bayi. Susu ini mengandung komposisi mirip dengan kolostrum yang dapat meningkatkan daya tahan tubuhnya, terutama pada 1 bulan pertama setelah melahirkan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat kejadian gangguan pernafasan bawah, virus perut, diare, infeksi telinga, dan meningitis lebih rendah pada bayi yang diberi ASI. Begitu pula dengan diabetes tipe 1, tipe 2, hipertensi, kolesterol tinggi, radang usus besar, dan kanker.
b.      Melindungi bayi dari alergi dan asma
Lapisan pelindung yang dibentuk IgA juga bermanfaat untuk mencegah reaksi alergi pada bayi. Tanpa lapisan tersebut, peradangan dapat terbentuk dan melemahkan dinding usus. Akibatnya, protein yang tak tercerna dapat menimbulkan alergi dan masalah kesehatan lainnya. ASI juga lebih mudah dicerna oleh bayi dibandingkan susu formula karena mengandung enzim yang membantu proses pencernaan. Meski kandungan protein ASI lebih rendah daripada susu sapi, seluruh protein dalam ASI dapat dicerna oleh bayi. Sedangkan sekitar setengah protein dalam susu sapi akan terbuang dan berpotensi menimbulkan alergi. Bayi yang diberi susu formula pun berpotensi lebih tinggi untuk menderita alergi dan asma.
c.       Mencegah gangguan penglihatan
Studi di Bangladesh mengungkap bahwa ASI sangat penting bagi perkembangan visual anak. Pemberian ASI eksklusif dapat melindungi anak usia pra sekolah dari rabun ayam. Pasalnya, ASI merupakan sumber utama vitamin A dalam 24 bulan kehidupan anak sehingga diperlukan untuk mengoptimalkan penglihatannya. ASI juga memiliki antibiotik alami yang dapat melawan infeksi mata.
d.      Meningkatkan kecerdasan bayi
Banyak penelitian menunjukkan kaitan antara pemberian ASI dan perkembangan fungsi kognitif anak. Salah satunya, lebih dari 17 ribu bayi diikuti perkembangannya dari lahir hingga berusia 6,5 tahun. Bayi yang diberi ASI eksklusif dan masih disusui setelahnya memiliki peningkatan perkembangan kognitif yang lebih signifikan dilihat dari hasil tes IQ dan tes intelegensi lainnya. Bayi prematur dengan berat badan sangat rendah yang segera disusui dengan ASI juga mengalami peningkatan perkembangan mental di usia 18 bulan dibandingkan bayi prematur lain. Hasil lebih tinggi mereka dapatkan dalam tes lanjutan di usia 30 bulan. Mereka pun cenderung lebih jarang masuk rumah sakit lagi karena infeksi pernafasan. Ikatan emosional antara ibu dan bayi saat menyusui dianggap berkontribusi dalam meningkatkan kecerdasan otak tersebut. Namun kandungan asam lemak dalam ASI-lah yang diduga memainkan peranan terpenting.
e.       Mencegah obesitas pada anak
Pemberian ASI dianggap sebagai salah satu cara yang tepat untuk mengurangi risiko obesitas saat anak berajak remaja dan dewasa. Diungkap oleh American Academy of Pediatric, efek paling kuat diperoleh anak yang mendapatkan ASI eksklusif. Semakin lama bayi disusui, semakin kuat efek tersebut. Para ahli melakukan analisis dari 17 penelitian yang diterbitkan dalam “American Journal of Epidemiology” dan menyimpulkan beberapa alasan di balik kaitan ini. Pertama, bayi yang disusui memiliki pola makan lebih sehat karena rasa lapar mereka terpuaskan saat kecil. Kedua, ASI memiliki insulin lebih rendah yang dapat menstimulasi pembentukan lemak dibandingkan susu formula. ASI juga mengandung lebih banyak leptin, hormon yang diyakini dapat mengatur nafsu makan dan lemak. Berat badan bayi dengan susu formula pun cenderung meningkat lebih banyak di minggu pertamanya setelah dilahirkan dibandingkan bayi yang diberi ASI.
f.       Menurunkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi
Sindrom kematian mendadak pada bayi  merupakan salah satu hal yang sangat ditakuti para orang tua. Berbagai penelitian dilakukan untuk menyelidiki sindrom yang umumnya menyerang bayi di bawah usia 1 tahun ini. Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, pusat Disease Control and Prevention America menyarankan pemberian ASI untuk menurunkan risiko SIDS. Penelitian berskala besar di Jerman tahun 2009 lalu juga menyarankan hal yang sama. Para ahli mengatakan bahwa pemberian ASI, baik eksklusif maupun tidak, berkaitan dengan rendahnya kejadian SIDS. Mereka menyimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusif di usia 1 bulan dapat menurunkan risiko SIDS hingga setengahnya. Sedangkan National Institute of Environmental Health Science mengatakan bahwa risiko kematian bayi yang diberi ASI di umur 28 hari – 1 tahun lebih rendah 20% daripada mereka yang tidak.
Manfaat menyusui pada Ibu :
a.       Menurunkan risiko stress dan depresi Ibu pasca melahirkan
Dari kajian yang dilakukan pada 9 ribu abstrak lebih, NIEHS menyimpulkan bahwa wanita yang tidak memberikan ASI atau berhenti menyusui lebih awal memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita depresi pasca melahirkan. Pasalnya, menyusui dapat merangsang pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam relaksasi. Wanita menyusui memiliki kadar oksitosin sebesar 50%, sedangkan wanita yang memberikan susu formula hanya memiliki 8%. Tekanan darah mereka pun lebih rendah saat diajak berbicara tentang masalah pribadi yang membuat mereka tertekan. Oksitosin juga membantu pelepasan ASI dan kontraksi uterus sehingga risiko pendarahan pasca melahirkan lebih rendah.
b.      Menurunkan risiko kanker
Penelitian menunjukkan jika menyusui selama 4 hingga 12 bulan diduga dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara sebanyak 11%. Jumlah ini meningkat hingga 25% pada ibu yang menyusui selama 24 bulan. Belum diketahui faktor pasti dibalik perlindungan ini, namun diduga karena adanya perubahan struktural di jaringan payudara saat menyusui dan penekanan jumlah estrogen yang diproduksi tubuh oleh laktasi. Penekanan estrogen ini juga diperkirakan terkait dengan penurunan risiko kanker ovarium. Bayi perempuan yang diberi susu formula pun memiliki risiko kanker payudara lebih besar saat mereka dewasa. Angkanya bahkan terpaut 25% dari bayi yang diberi ASI baik untuk kanker payudara premenopause maupun pasca menopause.
c.       Membakar kalori lebih banyak
Menyusui membantu ibu menurunkan berat badannya lebih cepat pasca melahirkan. Diperkirakan ada 500 kalori tambahan yang terbakar setiap harinya saat Anda menyusui. Ibu yang memberikan ASI baik eksklusif maupun tidak mengalami penurunan lingkar pinggul dan berat badan secara signifikan 1 bulan setelah melahirkan dibandingkan ibu yang hanya memberikan susu formula. Anda pun tak perlu khawatir menyusui akan membuat payudara kendor. Karena banyak dokter bedah plastik sepakat bahwa faktor usia, gravitasi, genetik, berat badan, dan gaya hiduplah yang lebih berpengaruh dibandingkan menyusui.
d.      Alat kontrasepsi alami
Pemberian ASI eksklusif bisa menjadi metode kontrasepsi alami selain sistem kalender. Namun sang ibu harus aktif menyusui selama setidaknya 1 jam sehari selama 6 bulan dan tidak memberikan makanan tambahan apapun. Jika masing-masing periode menyusui berlangsung selama 10 menit, maka ibu harus memberikan ASI sebanyak 6 kali sehari. Saat ibu sering menyusui, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon prolaktin. Hormon ini mampu menekan ovulasi sehingga dapat menunda masa subur.

3.      Cara Menyusui yang Benar
g.      sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembapan puting susu.
h.      bayi diletakkan menghadap perut ibu / payudara.
·         Ibu duduk atau berbaring santai. Bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi.               
·         Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan. Kepala bayi tidak boleh terngadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu.
·         Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu da yang satu didepan.
·         Perut bayi menempel pada ibu, kepala bayi menghadap payudara ( tidak hanya mebelokkan kepala bayi ).
·         Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
·         Ibu menatap bayi dengan kasih sayang
c.       Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah. Jangan menekan puting susu atau areolanya saja.
d.      Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut ( rooting reflex ) dengan cara :
·           Menyentuh pipi dengan puting susu.
·           Menyentuh sisi mulut bayi.
e.       Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan kemulut bayi :
·           Usahakan sebagian besar areola dapat masuk kedalam mulut bayi, sehingga puting susu berada dibawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI yang terletak dibawah areola.
Setelah bayi mulai menghisap, payudara tidak perlu dipegang atau disanggah lagi.




Satuan Acara Penyuluhan (SAP) ASI Eksklusif



SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok bahasan                        : Post Natal care
Sub pokok Bahasan                : ASI
Sub – sub Pokok Pembahasan : ASI Ekslusif
Sasaran                                    : Ibu Yang Menyusui
                                                  Ibu Hamil
Tanggal                                   :
Waktu                                     :
Tempat                                    :
Penyuluhan                             : Antika Nur Malasari

I.          Analisa situasi
1.      Fisik
Luas                                  :
Peneranggan                      :
Tempat                              :
2.      Peserta
Jumlah                               :
Umur                                 :
Tingkat Pendidikan           :
Jenis Kelamin                    :



II.        Tujuan
Tujuan umum
            Setelah diberi penyuluhan peserta dapat memahami tentang ASI Ekslusif

            Tujuan Khusus
·         Menjelaskan pengertian ASI ekslusif
·         Menjelaskan komponen ASI
·         Menjelaskan manfaat ASI
·         Menjelaskan cara meneteki dengan benar
·         Menjelaskan cara perawatan payudara
III.       Metode
·         Ceramah
·         Tanya jawab
·         Demonstrasi
IV        Materi
·         Terlampir
V.        Sumber
·         Panduan pengajaran askeb fisiolagi bagi dosen DIII kebidanan
VI.       Rencana Kegiatan
No
Tahapan
Waktu
Penyuluhan
peserta
1.
Pembukaan
5’
*      Mengucap salam
*      Memperkenalkan diri
*      Menggali pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif
*      Menjawab salam
*      Menjawab pertanyaan
2
Isi
15
*      Menyampaikan teori
*      Menjawab pertanyaan
*      Mendengarkan
*      Bertanya
3
Penutup
5’
*      Evaluasi
*      Kesimpulan
*      Saran

*      Menjawab pertanyaan
*      Menjawab salam


VII.     Rencana Evaluasi
a.       Evaluasi Proses
1. Diharapkan kegiatan penyuluhan berjalan penyuluhan berjalan interaktif
2. Peran serta aktif dan seluruh peserta
b. Evaluasi aktif
1.      Peserta mengerti yang dimaksud dengan ASI ekslusif
2.      Peserta mengetahui komponen ASI
3.      Peserta mengetahui manfaat ASI
4.      Peserta mempratikkan cara meneteki dengan benar
5.      Peserta mempraktikan cara perawatan payudara
           
     




ASI EKSKLUSIF

I.                   Pengertian
ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air the, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, nasi tim (Anik Maryunani :2010)
II.                Komposisi ASI
   Lemak merupakan sumber energy utama dalam ASI dalam kadar yang cukup tinggi, sebesar 50%. Karbohidrat, karbohidrat utama dalam ASI adalah lactose karena mempertinggi penyerapan yang dibutuhkan bayi. Protein, garam mineral yang rendah sehingga tidak merusak fungsi ginjal.
ASI Transisi / Peralihan
Merupakan ASI yang keluar dari hari ke 4 atau ke 7 samapi hari ke 10 atau hari ke 14.
ASI matang
ASI yang keluar dari hari ke 3 sampai hari ke 14 setelah persalinan. Kaya protein, vitamin E,A,K dan mineral seperti zat besi dan seng.

III.             Manfaat pemberian ASI
a.       Bagi bayi
·         Merupakan makanan yang sempurna dan alamiah bagi pertumbuhan
·         Dapat mengurangi kekurangan gizi dan tidak menyebabkan alargi
·         ASI mudah tercena dan langsung diserap.
b.      Bagi Ibu
·         Memperkuat hubungan batin antara ibu dan bayi
·         Mempercepat proses pemulihan kandungan
·         Menyusui ASI secara ekslusif dapat menunda kehamilan
·         Dapat mencegah kanker payudara.



c.       Bagi Ayah
·         Menghemat pengeluaran karena tidak perlu memberi susu kaleng
Faktor yang Mempengaruhi Produksi ASI
·         Perawatan payudara
·         Keadaan psikologi atau kejiwaan
·         Kelainan payudara, missal : kelainan bentuk putting payudara.
·         Hormonal, kesehatan dan gizi ibu.
Frekunsi Menyusui
·         Tidak terjadwal
·         Kedua payudara disusukan bergantian
·         Lama menyusui tergantung pada bayi
·         Usahakan tiap kali menyusui sampai payudara kosong
Kerugian bila ASI tidak diberikan
a.       Bagi Bayi
·         Bayi tidak dapat kekebalan
·         Resiko infeksi semakin tinggi
·         Mudah terserang diare dan alergi
·         Pertumbuhan mulut, rahang dan gigi kurang baik
·         Resiko kurang gizi
b.      Bagi Ibu
·         Meningkatkan kangker payudara
·         Payudara akan terasa sakit karena ASI yang dihasilkan tidak keluar

IV.             Posisi Meneteki yang Benar                  
A.     Posisi menyusui
·         Lengan ibu menopang kepala, leher dan seluruh badan bayi ( kepala dan tubuh berada pada satu garis lurus ), muka bayi menghadap payudara ibu, hidung bayi berada di depan putting susu ibu. posisi bayi lurus sedemikin rupa sehinnga perut bayi menghadap ke perut ibu.
·         Ibu mendekatkan bayinya ketubuhnya ( muka bayi ke payudara ibu ) dan mengamati bayi siap menyusui : membuka mulut bergerak mencari dan menoleh
·         Ibu menyentukan putting susunya ke bibir bayi, menunggu hinnga mulut bayi terbuka lebar kemudian mengarahkan mulut bayi ke putting susu ibu sehingga bibir bayi dappat menangkap putting susu tersebut.

B.     Tanda – tanda posisi bayi menyusu dengan baik :
·         Dagu menyentuh payudara ibu
·         Mulut terbuka lebar
·         Hidung bayi mendekati dan kadang – kadang menyentuh payudara ibu
·         Mulut bayi mencangkup sebanyak mungkin areola ( tidak hanya putting susu, lingkar areola atas terlihat lebih banyak dibandingkan areola bawah )
·         Lidah bayi menopang putting dan areola bagian bawah
·         Bibir bawah bayi melengkung keluar
·         Bayi menghisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang – kadang disertai dengan berhenti sesat

V.                Perawatan Payudara
Adalah usaha – usaha untuk merawat dan memahami kebersihan payudara untuk persiapan menyusui
Manfaat
·         Menjaga kebersihan payudara agar terhindar dari infeksi
·         Mengenyalkan putting susu agar tidak mudah lecet
·         Menonjolkan putting susu
·         Memperbanyak produksi ASI
·         Menjaga bentuk payudara tetap bagus
·         Mencegah penyumbatan ASI
·         Mengetahui adanya kelainan

Alat – alat
·         Handuk 2 buah
·         Waslap 2 buah
·         Sabun cuci tangan
·         Baskom 2 buah
·         Air dingin dan air hangat
·         Bengkok
·         minyak steril / minyak kelapa / baby oil
·         kapas secukupnya
·         bra yang bersih dan terbuat dari katun

Tata Cara Perawatan Payudara
·         persiap alat
·         cuci tangan dengan sabun
·         menutup punggung dengan handuk
·         kompres putting susu dengan kapas minyak 3-5 menit kemudian dibersihkan
·         pengenyalan, yaitu daerah putting susu dipegang dengan ibu jari, telunjuk diputar ke dalam 20 kali keluar 20 kali
·         pengurutan payudara
*      Telapak tangan petugas diberi minyak kelapa kemudian diratakan
*      Peganglah payudara diurut dari pangkal ke putting sebanyak 20 kali
*      Pijat putting susu di daerah mamae untuk mengeluarkan kolostrum.
·         Bersihkan payudara dengan air hangat dan dingin sebanyak 5 kali secara bergantian ( mulai air panas kemudian air dingin )
·         Keringkan payudara dan gunakan bra yang menopang
·         Bersihkan alat – alat
·         Cuci tangan dan keringkan

Dalam, Jika Putting Susu Datar / Masuk ke Cara perawatannya sbb,
·         Letakakn kedua ibu jari di atas dan di bawah putting susu
·         Regangkan daerah areola dengan menggerakkan kedua ibu jari kea rah atas dan bawah sebanyak 20 kali
·         Letakkan kedua jari disamping kiri dan kanan putting susu
·         Regangkan daerah areola dengan menggerakkan kedua iibu jari ke arah lain sebanyak 20 kali
Tips – tips apabila ibu bekerja atau pergi
·         Berikan ASI sebelum dan sesudah pulang kerja
·         Bila payudara terasa penuh, ASI dapat dikeluarkan dan disimpan
·         ASI dapat disimpan 6 jam pada suhu kamar dan 24 jam dalam lemari es
·         Sebelum ASI diberikan seyogyanya dihangatkan dengan merendam mangkok / gelas berisi ASI tersebut dengan air panas
·         ASI tidak boleh dipanaskan secara langsung di atas api.

Hal – hal yang Perlu Diingit:
·         Pada ibu dengan putting susu menonjol dan tidak ada riwayat abortus, perawatan dilakukan mulai kehamilan diaatas 6 bulan
·       Pada ibu denagn putting susu yang sudah menanjol dan ada riwayat abortus, partuis sebelum waktunya, perawatan payudara dapat dimulai pada usia kehamilan diatas 8 bulan
·         Pada ibu denagn putting susu yang datar / masuk kedalam, perawatan payudara dilakukan lebih dini yaitu sejak usia kehamilan 3 bulan kecuali bila ibu terdapat riwayat abortus atau partus sebelum waktunya dilakukan setelah usia kehamilan 6 bulan.





DAFTAR PUSTAKA

Maryunani, Atik. 2010. Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan. Jakarta : Trans Info Media