Antika beloved

Antika beloved
Assalamu'alaikum

Kamis, 24 April 2014

STANDAR PELAYANAN NIFAS



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam ruang lingkup kebidanan, seperti permasalahan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga berencana kesehatan reproduksi wanita dan pelayanan kesehatan masyarakat sangat diperlukan seorang bidan yang berkompeten untuk menangani masalah-masalah tersebut. Maka dari itu, diperlukan pelayanan yang bersifat khusus berupa asuhan kebidanan.
 Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi, kegiatan, dan tanggungjawab bidan dalam pelayanan yang di berikan kepada klien yang memiliki butuhan dan atau masalah kebidanan (kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga berencana, kesehatan reproduksi wanita, dan pelayanan kesehatan masyarakat).
Masa nifas adalah masa pasca persalinan. Bagi beberapa perempuan, masa nifas adalah masa yang tidak mudah. Belum lagi anggapan dan mitos yang beredar membuat para ibu semakin bingung menjalani hari-hari di masa nifas. Proses pemulihan rahim dan alat-alat reproduksi membutuhkan waktu yang berbeda bagi tiap orang. Involusi erat kaitannya dengan masa nifas. Involusi adalah proses mengecil kembali rahim ke ukuran semula. Hal ini tentunya terjadi berangsur-angsur. Namun, masa nifas bukan hanya masa pemulihan ragam instrument reproduksi belaka. Kala ini, banyak ibu yang harus bersiap menghadapi tantangan baru menjadi seorang ibu. Bukan hal mudah membiasakan diri untuk berperan sebagai ibu.
Di dalam penulisan makalah ini, penulis menjabarkan tentang asuhan kebidanan yang penulis khususkan pada ibu nifas. Sehingga makalah ini dapat dijadikan sebagai acuan belajar baik untuk penulis maupun orang lain.



1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Nifas ?
2.      Apa yang dimaksud dengan Standar Pelayanan Kebidanan ?
3.      Bagaimana Standar Pelayanan Kebidanan pada Ibu Nifas?

1.3  Tujuan
1.      Mahasiswi dapat mengerti tentang Nifas.
2.      Mahasiswi dapat mengenal Standar Pelayanan kebidanan .
3.      Mahasiswi dapat mengetahui Standar Pelayanan Kebdanan pada Ibu Nifas.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Nifas
2.1.1 Nifas
Nifas adalah masa dimulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira – kira enam mingggu. Akan tetapi, seluruh alat genital baru pulih kembali sebelum ada kehamilan dalam waktu tiga bulan ( Hanifa, 2005 : 237 ).
Masa nifas ( puerperium ) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung kira-kira 6 minggu (Saifuddin, 2005 : 122 ).
2.1.2        Tujuan Masa Nifas
a.    Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik.
b.    Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
c.    Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
d.    Memberikan pelayanan keluarga berencana.
Asuhan masa nifas diperlukan pada peiode ini karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan tejadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjasi 24 jam pertama. Masa neonatus merupakan masa kritis dari kehidupan bayi, dua pertiga kematian bayi terjadi dalam 4 minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi baru lahir terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir. Dengan pemantauan melekat dan asuhan pada ibu dan bayi masa nifas dapat mencegah kematian beberapa ini. (Saifuddin, 2006:122)

2.1.3        Tahapan Masa Nifas
Tahapan masa nifas dibagi menjadi tiga, yaitu :
(Ambarwati, E.R, dkk, 2009:3)
a.    early puerperium (masa jam pertama setelah melahirkan)
b.    Intermediate puerperium (masa 1 sampai 7 hari setelah persalinan).
c.    Late puerperium (masa 7 hari sampai 40 hari setelah persalinan)

2.2 Standar Pelayanan Kebidanan
Standar Pelayanan Kebidanan (SPK) adalah rumusan tentang penampilan atau nilai diinginkan yang mampu dicapai, berkaitan dengan parameter yang telah ditetapkan yaitu standar pelayanan kebidanan yang menjadi tanggung jawab profesi bidan dalam sistem pelayanan yang bertujuan untuk meningkatan kesehatan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan kesehatan keluarga dan masyarakat (Depkes RI, 2001: 53).
Standar layanan kebidanan merupakan suatu alat organisasi untuk menjabarkan mutu layanan Kebidanan ke dalam terminologi operasional sehingga semua orang yang terlibat dalam layanan kebidanan akan terikat dalam suatu sistem, baik pasien, penyedia layanan kebidanan, penunjang layanan kebidanan , ataupun manajemen organisasi layanan kebidanan, dan akan bertanggung gugat dalam menjalankan tugas dan perannya masing-masing.
Sehingga, Standar Pelayanan Kebidanan Dasar adalah norma dan tingkat kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Syarat standar Pelayanan Kebidanan :
1.      Dapat diobservasi dan diukur
2.      Realistik
3.      Mudah dilakukan dan dibutuhkan


Format Standar Pelayanan Kebidanan
·    Standar pelayanan berguna dalam penerapan norma tingkat kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan
·       Melindungi masyarakat
·    Sebagai pelaksanaan, pemeliharaan, dan penelitian kualitas pelayanan
·    Untuk menentukan kompetisi yang diperlukan bidan dalam menjalankan praktek sehari-hari.
·    Sebagai dasar untuk menilai pelayanan, menyusun rencana pelatihan dan pengembangan pendidikan (Depkes RI, 2001:2)


2.2      Standar Pelayanan Kebidanan Nifas

Standar 13 : perawatan bayi baru lahir
• Pernyataan standar:
Bidan memeriksa dan menilai bayi baru lahir untuk memastikan pernafasan spontan mencegah hipoksia sekunder, menemukan kelainan, dan melakukan tindakan atau merujuk sesuai dengan kebutuhan. Bidan juga harus mencegah dan menangani hipotermia.
            Tujuannya adalah menilai kondisi bayi baru lahir dan membantu dimulainya pernafasan serta mencegah hipotermi, hipoglikemi dan infeksi. Dan hasil yang diharapkan adalah bayi baru lahir menemukan perawatan dengan segera dan tepat.Bayi baru lahir mendapatkan perawatan yang tepat untuk dapat memulai pernafasan dengan baik.

Standar 14: penanganan pada dua jam pertama setelah persalinan
       • Pernyataan standar:
Bidan melakukan pemantauan ibu dan bayi terhadap terjadinya komplikasi dalam dua jam setelah persalinan, serta melakukan tindakan yang di perlukan.
            Tujuannya adalah mempromosikan perawatan ibu dan bayi yang bersih dan aman selama persalinan kala empat untuk memulihkan kesehatan ibu dan bayi.Meningkatan asuhan sayang ibu dan sayang bayi. Memulai pemberian ASI dalam waktu 1 jam pertama setelah persalinan dan mendukung terjadinya ikatan batin antara ibu dan bayinya.

Standar 15: pelayanan bagi ibu dan bayi pada masa nifas
       • Pernyataan standar:
Bidan memberikan pelayanan selama masa nifas melalui kunjungan rumah pada hari ketiga, minggu ke dua dan minggu ke enam setelah persalinan, untuk membantu proses pemulihan ibu dan bayi melalui penanganan tali pusat yang benar, penemuan dini penanganan atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas, serta memberikan penjelasan tentang kesehatan secara umum, kebersihan perorangan, makanan bergizi, ;erawatan bayi baru lahir, pemberian ASI, imunisasi dan KB.
                 Tujuannya adalah memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi sampai 42 hari setelah persalinan dan memberikan penyuluhan ASI eksklusif.


BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
            Standar Pelayanan Kebidanan Dasar adalah norma dan tingkat kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Standar Pelayanan Kebidananan terdiri dari 24 Standar.
         Standar  pelayanan kebidanan digunakan untuk menentukan kompetensi yang diperlukan bidan dalam menjalankan praktik sehari-hari. Standart pelayanan kebidanan juga dapat digunakan untuk:
1.      Menilai mutu pelayanan
2.      Menyususn rencana diklat bidan
3.      Pengembangan kurikulum pendidikan bidan
Masa nifas merupakan masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandung kembali seperti semula sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 – 8 minggu atau dalam agama islam disebut 40 hari, tahap- tahap masa nifas meliputi : puerpurium dini, puerpurium intermedial, remot puerpurium. Tujuan dari masa nifas yaitu untuk mengetahui kesejahtraan ibu dan bayi, baik dari kesehatan, kebersihan , nutrisi, pemberian ASI, tanda bahaya masa nifas, perdarahan, cara mencegah hipotermi pada bayi.
                       

3.2  Saran
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswi untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai standar pelayanan Nifas . Serta bermanfaat bagi institusi/bidan sebagai bahan pertimbangan untuk perbandingan dalam meningkatkan pelayanan asuhan kebidanan.

HORMON PROLAKTIN



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Di dalam tubuh manusia banyak terdapat hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Hormon-hormon tersebut memiliki fungi masing-masing yang tentunya bertujuan memperlancar berlangsungnya kehidupan manusia. Salah satu hormon yang dihasilkan oleh tubuh adalah hormon prolaktin.
Hormon Prolaktin adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary yang berfungsi untuk melepaskan ASI. Hormon prolaktin memiliki indikasi tertentu. Artinya hanya digunakan jika terdapat suatu indikasi yang mengharuskan seseorang mengkonsumsi hormon ini. Walaupun pada dasarnya di dalam tubuh manusia, prolaktin dapat diproduksi. Tiap manusia memiliki kadar prolaktin yang berbeda-beda bergantung pada nutrisi dan gaya hidupnya. Terutama dari manajemen laktasi yang benar.
Setiap isapan bayi pada payudara ibunya akan merangsang ujung saraf di sekitar payudara. Rangsangan ini diantar ke bagian depan kelenjar hipofisa untuk memproduksi prolaktin. Prolaktin dialirkan oleh darah ke kelenjar payudara dan akan merangsang pembuatan ASI.
Kejadian dari perangsangan payudara sampai pembuatan ASI disebut refleks Produksi ASI atau Refleks Prolaktin, dansemakin sering ibu menyusui bayinya, akan semakin banyak pula produksi ASI-nya. Semakin jarang ibu menyusui, maka semakin berkurang jumlah produksi ASI-nya.
Pada efek lain prolaktin, prolaktin mempunyai fungsi penting lain, yaitu menekan fungsi indung telur (Ovarium), dan akibatnya dapat memperlambat kembalinya fungsi kesuburan dan haid, dengan kata lain ASI eksklusif dapat menjarangkan kehamilan. (Roesli, 2001).






1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan hormon prolaktin?
2.      Apa manfaat hormon prolaktin?
3.      Bagaimana mekanisme hormon prolaktin?
4.      Apa Indikasi dan kontra indikasi hormon prolaktin?
5.      Bagaimana hubungan hormon prolaktin dengan ASI?
6.      Apa saja contoh jenis obat hormon prolaktin?

1.3  Tujuan
Tujuan Umum
Mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan dapat mengetahui Hormon Prolaktin.
Tujuan khusus
a.    Mahasiswa mengetahui jenis dan kegunaan dari hormon prolaktin.
b.    Mahasiswa mengetahui indikasi dan kontra indikasi dari hormon prolaktin.
c.    Mahasiswa mengetahui mekanisme kerja dari hormon prolaktin.
d.   Mahasiswa mengetahui terapi alam yang memiliki efek sejenis dengan hormon prolaktin


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Definisi Hormon Prolaktin
Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar atau organ, yang mempengaruhi kegiatan di dalam sel-sel.Sebagian besar hormon merupakan protein yang terdiri dari rantai asam amino dengan panjang yang berbeda-beda. Sisanya merupakan steroid, yaitu zat lemak yang merupakan derivat dari kolesterol.Hormon dalam jumlah yang sangat kecil bisa memicu respon tubuh yang sangat luas. Hormon terikat kepada reseptor di permukaan sel atau di dalam sel. Ikatan antara hormon dan reseptor akan mempercepat, memperlambat atau merubah fungsi sel. Pada akhirnya hormon mengendalikan fungsi dari organ secara keseluruhan.
Hormon prolaktin terdapat pada sebagian besar hewan termasuk manusia. Prolaktin merupakan anggota dari hormon polipeptida berdasarkan sekuen asam amino yang homolog. Prolaktin diproduksi oleh sel yang terdapat pada anterior pituitary.
2.1.1. Struktur Prolaktin
Hormon pertumbuhan, prolaktin dan placental laktogen merupakan anggota dr hormon polipeptida yang signifikan dengan sekuen asam amino yang homolog. Struktur prolaktin pada manusia terdiri atas rantai tunggal asam amino dengan ikatan di sulfida (S-S). Pada asam amino terminal, terdiri atas 199 asam amino. Dengan penambahan ikatan disulfida pada asam amino ke tiga antara Cys-4 dan Cys-11.
2.1.2. Struktur gen Prolaktin.
Pada dasarnya struktur prolaktin hampir mirip dengan struktur hormon pertumbuhan dan placental laktogen. Karena ketiganya dihasilkan dari prekursor yang sama. Pada manusia dan tikus, sepanjang cDNA dari mRNA sekuen homolog ketiga hormon tersebut hampir sama persis.
1.      Reseptor prolaktin terdapat pada jaringan-jaringan antara lain :
a.       Kelenjar glandula mamae normal
b.      Mammary tumor
c.       Liver
d.      Pancreas
e.       Ginjal
f.       Adrenal
g.      Placenta
h.      Ovary : Sel granulosa dan corpus luteum
i.        Testis : Sel leydig
j.        Epididimis
k.      Seminal vesikel
l.        Prostat
m.    Lymphosit
n.      Choroid plexus
o.      Hypotalamus

2.      Struktur reseptor
Reseptor prolaktin merupakan glikoprotein. Dari hasil kloning dan sekuensing cDNA-nya diketahui bahwa reseptor prolaktin monomerik dan terentang melewati membran. Bagian ekstra selular terdiri atas 5 sistein dan 3 potensial Asb sites. Pada manusia ukuran reseptor prolaktin sama dengan reseptor hormon pertumbuhan.

3.      Regulasi jumlah reseptor
Regulasi reseptor prolaktin kebanyakan diteliti di bagian liver. Diketahui bahwa hal ini berkaitan dengan peningkatan pubersitas dan juga selama kehamilan dan laktasi. Konsentrasi sirkulasi dan faktor periferal dari hormon sex juga berperan penting sebagai regulator. Reseptor dapat menaikkan atau menurunkan fungsi regulasi tergantung dari interaksi hormon dan reseptor.

2.2      Fungsi Hormon Prolaktin
a.    Berperan dalam pembesaran alveoli dalm kehamilan
b.    Mempengaruhi inisiasi kelenjar susu dan mempertahankan laktasi.
c.    Menstimulasi sel di dalam alveoli untuk memproduksi ASI
d.   Hormon ini juga mengatur metabolisme pada ibu, sehingga kebutuhan zat oleh .

2.3.   Mekanisme Hormon Prolaktin
Ketika bayi menyusu, rangsangan sensorik itu dikirim ke otak. Otak kemudian bereaksi mengeluarkan hormon Prolaktin yang masuk ke dalam aliran darah menuju kembali ke payudara. Hormon Prolaktin merangsang sel-sel pembuat susu untuk bekerja, memproduksi susu.
Sel-sel pembuat susu sesungguhnya tidak langsung bekerja ketika bayi menyusu. Sebagian besar hormon Prolaktin berada dalam darah selama kurang lebih 30 menit, setelah proses menyusui. Jadi setelah proses menyusu selesai, barulah sebagian Prolaktin terdapat ada sebagian besar hewan termasuk manusia. Prolaktin, hormon pertumbuhan (Growth Hormone) dan Placental Lactogen (PL atau chorionic somatomammotropin (CS)), merupakan anggota dari polipeptida berdasarkan sekuen asam amino yang homolog. Prolactin diproduksi oleh sel yang terdapat pada anterior pituitary, fungsi utama yaitu menginduksi dan pemeliharaan laktasi pada mamalia.
Kelenjar pituitary adalah suatu struktur yang terletak dasar otak. Pada kebanyakan vertebrata, kelenjar ini terdiri atas tiga lobus: anterior, intermediet dan posterior. Lobus intermediet terdapat dalam kelenjar pituitari bayi tetapi pada orang dewasa hanya merupakan sisa (vestige). Meskipun kecil ukuranya, kelenjar pituitari memegang peranan penting dalam koordinasi kimia tubuh. Sering disebut ”nahkoda” (master gland), karena banyak sekresinya mengontrol kelenjar endokrin lainnya. Sejumlah penelitian telah dilakukan mengenai kelenjar pituitari. Beberapa hormon dihasilkan dari lobus anterior, salah satunya yaitu hormon prolaktin.
Pada organ glandula mamae, prolaktin secara spesifik menstimulasi sintesis DNA dan proliferasi sel epitel, dan juga sintesis protein susu (casein, lactalbumin), asam lemak bebas, dan laktosa. Prolaktin secara spesifik menstimulasi laju transkripsi gen protein susu sehingga menyebabkan stabilisasi produksi mesengger RNA. Efek prolaktin pada sintesis DNA dan produksi kasein pada jaringan mammary in vitro digambarkan pada grafik berikut:

Efek prolaktin pada beberapa organ
Organ
Efek
Glandula mamae
Sintesis DNA

Proliferasi sel

Sintesis protein susu

Sintesis FFA

Sintesis laktosa
Tumor mammary
Prolaktin-induced protein
Ovary
Corpus Luteum:
Maintenance atau regresi
Limfosit
Immunostimulasi
Ovary dan testis
Steroid biosintesis
Liver
Sintesis RNA

Stimulasi dekarboksilasi ornitin
Ginjal, amnion, choroid plexus
Osmoregulasi


2.4.  Indikasi dan Kontra Indikasi
2.4.1 Indikasi
Pembentukan air susu pada pria atau wanita yang tidak sedang dalam masa menyusui.


2.4.2 Kontra indikasi
Penyebabnya adalah prolaktinoma (tumor yang menghasilkan prolaktin) pada kelenjar hipofisa. Pada saat terdiagnosis biasanya prolaktinoma ini ukurannya kecil, tetapi pada pria tumor ini cenderung membesar. Pembentukan prolaktin yang berlebihan dan terjadinya galaktore juga bisa dirangsang oleh obat-obatan seperti fenotiazin, obat tertentu untuk tekanan darah tinggi (terutama metildopa) dan narkotik. Penyebab lainnya yang mungkin adalah hipotiroidisme.

2.5  Hubungan hormone prolaktin dengan ASI
Walaupun estrogen dan progesteron penting bagi perkembangan fisik payudara selama kehamilan, kedua hormon ini juga mempunyai efek khusus untuk menghambat sekresi susu sebenarnya. Di pihak lain hormon prolaktin mempunyai efek yang tepat berlawanan, meningkatkan sekresi air susu. Hormon ini disekresikan oleh glandula pituitaria ibu dan konsentrasinya dalam darah ibu terus meningkat sejak minggu kelima kehamilan sampai kelahiran bayi, saat ini meningkat ke kadar sangat tinggi, biasanya sepuluh kali dari kadar tidak hamil dan normal. Disamping itu plasenta mensekresikan banyak somatotropin korionik manusia, yang juga mempunyai sifat laktogenik ringan, jadi menyokong prolaktin dari pituitaria ibu. Bahkan hanya beberapa mililiter cairan disekresikan tiap hari sampai bayi lahir. Cairan ini dinamakan kolostrum. Kolostrum pada hakekatnya mengandung protein dan laktosa yang sama jumlahnya seperti susu, tetapi hampir tidak mengandung lemak, dan kecepatan maksimum pembentukannya sekitar 1/100 kecepatan pembentukan susu selanjutnya.
Tidak adanya laktasi selama kehamilan disebabkan efek penekanan progesteron dan estrogen, yang disekresikan dalam jumlah sangat besar selama plasenta masih dalam uterus dan yang benar-benar mengurangi efek laktogenik prolaktin dan somatomamotropin korionik manusia. Akan tetapi, segera setelah bayi dilahirkan, hilangnya estrogen dan progesteron yang disekresi plasenta secara mendadak sekarang memungkinkan efek laktogenik prolaktin dari kelenjar hipofisis ibu mengambil peranan alamiahnya dan dalam dua atau tiga hari kelenjar mammae mulai menyekresikan susu dalam jumlah besar sebagai ganti kolostrum.
Setelah kelahiran bayi, kadar basal sekresi prolaktin kembali ke kadar sebelum hamil dalam beberapa minggu berikutnya. Setiap ibu menyusukan bayinya isyarat syaraf dari putting susu ke hipotalamus menyebabkan gelora sekresi prolaktin hampir sepuluh kali lipat yang berlangsung sekitar satu jam. Sebaliknya prolaktin bekerja atas payudara untuk menyiapkan susu bagi periode pnyusuan berikutnya. Bila gelora prolaktin ini tak ada, jika ia dihambat sebagai akibat kerusakan hipotalamus atau hipofisis, atau jika penyusuan tidak kontinyu maka payudara kehilangan kesanggupannya untuk menghasilkan susu dalam beberapa hari. Tetapi produksi susu dapat kontinyu selama beberapa tahun jika anak mengisap secara kontinyu, tetapi normalnya kecepatan pembentukan susu sangat menurun dalam tujuh sampai sembilan bulan.

2.6    Contoh jenis obat hormone prolaktin

a.      Bromokriptin
Bromocriptine mengurangi kadar prolaktin. Prolactin adalah hormon yang penting untuk memproduksi ASI dan tingkat kesuburan normal pada wanita. Bromocriptine juga mempengaruhi senyawa kimia yang disebut Dopamin yang diproduksi secara alami oleh tubuh.
Indikasi
Bromocriptine diindikasi untuk mengobati amenorrhea, ketidaksuburan pada wanita; pengeluaran ASI yang tidak normal; hypogonadisme; penyakit Parkinson; dan acromegaly, kondisi dimana terlalu banyak hormon pertumbuhan pada tubuh.
Mekanisme kerja
Ada dua cara bagaimana terapi Bromokriptin mempengaruhi prolactinomas :
·         Pertama
Mereduksi level serum dari prolaktin, sehingga mengurangi efek fisiologisnya (seperti amenorrhea, galactorrhea, ketidaksuburan dan kehilangan libido).
·         Kedua
Mengurangi ukuran pituitary adenomas yang mengeluarkan prolaktin. Meskipun hampir semua respon prolactinomas terhadap terapi Bromokritin dengan mengurangi ukuran dan pengeluaran prolaktin, kedua aspek respon dari terapi tersebut terkadang saling mempengaruhi. Kurangnya respon terapi pada ukuran atau tidak mampunya menurunkan kadar prolaktin ke kadar normal biasanya diindikasikan untuk melakukan operasi.
Dosis
1.      Prolaktinoma : mula-mula 1-1.25 mg menjelang tidur, ditingkatkan menjadi 5 mg setiap 6 jam  (kadang perlu ditingkatkan sampai 30 mg)
2.      Cyclical Benign Breast Disease (nyeri payudara terutama menjelang haid) : mula-mula 1-1.25 mg menjelang tidur, ditingkatkan menjadi 2.5 mg sehari 2 kali
3.      Galaktorea : mula-mula 1-1.25 mg menjelang tidur, ditingkatkan menjadi 7.5 mg dalam  beberapa kali pemberian, kalau perlu dinaikkan sampai maksimum 30 mg/hari
4.      Penekanan menyusui : 2.5 mg/hari pada hari pertama (untuk mencegah) atau selama 2-3   hari (untuk menekan), dilanjutkan dengan 2 kali 2.5 mg per hari selama 14 hari.
Efek samping
1.            Mual dan muntah
2.            Gangguan lambung-usus
3.            Halusinasi dan gangguan tidur terutama pada dosis tinggi
4.            Penurunan tekanan darah, bradikardia, dan gangguan aliran darah perifer (kadang-  kadang terjadi)

2. Terapi alam yang memiliki efek sejenis                                 
a.      Nutrisi
       Setelah makan dapat terjadi peningkatan kadar prolaktin. Protein yang terdapat di dalam suatu makanan sangat berperan terhadap pengeluaran prolaktin. Asam amino tirosin dan triptofan yang terdapat dalam protein, memiliki kemampuan memicu pengeluaran prolaktin. Makanan hanya meningkatkan prolaktin pada orang yang sehat saja. Selain makanan, minuman seperti bir juga memicu pengeluaran prolaktin.



b.      Temperatur
20 menit setelah mandi sauna yang panas terjadi pengikatan prolaktin. Peningkatan suhu lingkungan selama 1 jam dari 27 derjat celcius menjadi 45 derajat celcius meningkatkan prolaktin sebanyak 53%.
c.       Olahraga
Olah raga yang berat juga dapat meningkatkan prolaktin. Bila memakan makanan yang banyak mengandung lemak setelah olahraga yang berat, maka kadar prolaktin meningkat lebih tinggi dibandingkan memakan makanann yang kaya akan karbohidrat. Rangsangan pada payudara juga dapat meningkatkan kadar prolaktin.




BAB III
PENUTUP

3.1.  Kesimpulan
Di dalam tubuh manusia, terdapat banyak macam hormon sesuai dengan fungsinya masing-masing. Pada makalah ini yang kami bahas adalah mengenai hormon prolaktin. Hormon prolaktin adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary di lobus anterior.
Fungsi utama hormon prolaktin adalah sebagai pelancar produksi air susu. Dengan adanya manajemen laktasi yang benar, dengan cara menyusukan bayi kapan pun bayi memerlukan, maka prolaktin akan semakin meningkat.
3.2.  Saran
Dikarenakan hormon prolaktin sangat penting dalam kehidupan manusia, terutama bagi ibu meyusui untuk membantu melancarkan dan meningkatkan produksi ASI, penulis memberikan saran sebagai berikut:
1.      Kepada bidan selaku tenaga kesehatan
Bidan dapat menganjurkan kepada ibu-ibu untuk memberikan ASI saja kepada bayinya agar hormon prolaktin yang ada di dalam tubuhnya dapat meningkat.
2.      Kepada ibu-ibu menyusui
Ibu-ibu menyusui tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan ASI yang dimilikinya. Mereka harus tetap menyusui anaknya sesering mungkin agar didapatkan hasil yang terbaik bagi ibu dan anaknya.